RIAUKITA.COM - Calon Gubernur Riau Syamsuar berjanji akan mengkaji ulang standar upah layak buruh di Riau. Upah minimum sektoral dianggap belum mencukupi standar hidup terutama buruh sektor perkebunan.">
HOME
Sabtu, 23 Juni 2018
Follow:
Kamis, 21/06/2018 - 11:05 WIB
Syamsuar Sebut Hubungan Dengan Calon Lain Sangat Baik
Kamis, 21/06/2018 - 10:56 WIB
Edy Natar Cagub Paling Populer
Kamis, 21/06/2018 - 10:47 WIB
Survei Polmark, Syamsuar Teratas
 
 
Pilgub Riau
Syamsuar Gubernur Riau, Standar Upah Layak Dievaluasi

Reporter : RIN
Minggu, 11/03/2018 - 14:09:15 WIB
RIAUKITA.COM - Calon Gubernur Riau Syamsuar berjanji akan mengkaji ulang standar upah layak buruh di Riau. Upah minimum sektoral dianggap belum mencukupi standar hidup terutama buruh sektor perkebunan.


"Kewenangan pengawasan tenaga kerja ada di provinsi, tentunya akan kami evaluasi kembali jika nanti dipercaya masyarakat memimpin Riau," kata Syamsuar.

Kecilnya upah layak buruh itu diungkapkan Ketua Serikat Buruh Marhaen, Pelalawan Budi Hartono. Menurut Hartono, saat ini buruh masih mengeluhkan rendahnya kenaikan upah minimum sektoral provinsi (UMSP) Riau, tidak seimbang dengan pekerjaan dan tanggung jawab buruh di lapangan.


Seperti halnya di sektor perkebunan atau pertanian Hartono menambahkan, kenaikan upah minimum provinsi dari tahun ketahun dinilai sangat kecil tidak sebanding dengan beratnya pekerjaan buruh dan kebutuhan hidup.


"Jika dihitung-hitung, produktivitas buruh itu perharinya mencapai 1 ton dan menghasilkan uang Rp 1,5 juta, jika dikalikan dalam sebulan sudah berapa itu, sementara upahnya kecil," kata


Hartono yang mewakili 23 perusahaan perkebunan di Pelalawan juga mengeluhkan lambatnya pengesahan upah minimum provinsi. Kenaikan upah minimum tahun 2018 hanya 8,7 persen atau setara Rp 2,4 juta. Ia berharap Pemprov Riau sudah menetapkan upah minimum di awal-awal tahun.


"Tidak harus menunggu bulan April atau Juni. Meskipun nantinya akan dirapel, tetapi Buruh itu inginnya sejak awal tahun itu sudah ada peningkatan upah," kata Hartono.


Syamsuar memahami kondisi yang dialami buruh. Terlebih Bupati Siak dua periode ini mengaku pernah menjadi buruh selama tiga tahun di pertambangan batu bara Sawalunto sebelum berkarir di pemerintahan.


Syamsuar berjanji persoalan buruh akan menjadi prioritas bila dipercaya menjadi Gubernur Riau. "Aspirasi buruh ini akan menjadi prioritas kami dengan pak Edy Nasution untuk menyelesaikannya," ucapnya.


Menurut Syamsuar, peningkatan skil individu sumberdaya manusia perlu didorong dalam meningkatkan daya saing. Ia berjanji bakal membuat balai latihan kerja yang bisa memberikan sertifikasi kepada anak Riau sesuai skill dan kemampuannya.


"Jika nanti tidak ada BLK juga, kami akan gandeng kerjasama dengan BLK Kementrian Tenaga Kerja di pusat," tukasnya.




 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2018 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com