HOME
 
 
Oleh : Oleh: Badrul Tamam
Istri Pernah Punya Beberapa Suami, Siapa Menjadi Suaminya di Surga?
Selasa, 05/11/2013 - 14:19:50 WIB
riaukitacom - Apabila ada seorang wanita yang saat hidupnya pernah dinikahi lebih dari seorang suami. Siapa yang akan menjadi pendampingnya nanti di surga?

Ada tiga pendapat besar tentang masalah ini:

Pertama, wanita tersebut akan bersama suami yang paling mulia akhlaknya saat hidup bersamanya di dunia.

Imam al Qurthubi menyebutkan satu riwayat dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Ummu habibah istri Nabi berkata: "Waha Rasulullah, seorang wanita memiliki dua suami saat di dunia, kemudian mereka semua meninggal dan berkumpul di surga, wanita tersebut akan menjadi milik siapa dari keduanya? Yang pertama atau yang terakhir?"

Rasulullah menjawab: "Untuk yang terbagus akhlaknya wahai Ummu Habibah, khusnul khuluk (akhlak yang bagus) membawa kebaikan dunia dan akhirat." (alTadzkirah fi Ahwaal al Mauta wa al Akhirah: 2/278)

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid berkata: Hadits ini lemah sekali. Di dalamnya terdapat dua perawi yang cacat: Ubaid bin Ishaq al Aththar dan Sinan bin Haarun. Yang pertama Dhiaf jiddan (lemah sekali) dan yang kedua dhaif (lemah). Kemudian beliau menyebutkan perkataan para ulama Jarh wa Tadil. Sehingga beliau menyimpulkan: Maka hadits ini tidak sah dijadikan dalil, dia lemah sekali sehingga pendapat ini gugur.

Kedua,  wanita tersebut diberi pilihan di antara suami-suaminya.

Syaikh Al-Munajjid mengomentari pendapat ini, "Aku tidak melihat orang yang ber-pendapat dengan pendapat ini memiliki dalil,"

Beliau menukil dari kitab al Tadzkirah (2/278), di dalamnya disebutkan pertanyaan tersebut. Disebutkan sesudahnya satu pendapat: wanita tersebut diberi pilihan jika ia memiliki beberapa suami.

Imam Al Ajluni menyebutkan di dalam kitabnya Kasyf al Khafa (2/392): "disebutkan untui yang terbaik akhlaknya! Dan disebutkan: ia diberi pilihan."

Syaikh Muhammad bin Shalih al- Utaimin lebih merajihkan pendapat ini sebagaimana yang tersebut di fatawanya: 2/53. [Baca: Apakah Kenikmatan Wanita Ahli Surga Berbeda dengan Pria Ahli Surga?]

Ketiga, dia bersama suami terakhirnya.

Syaikh Al-Munajjid berpendapat bahwa yang paling shahih adalah pendapat ke tiga ini. Terdapat hadits marfu dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyebutkan,"Sapa wanita yang ditinggal mati suaminya lalu ia menikah lagi sesudahnya, maka ia untuk suami terakhirnya." (Dishahihkan Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih alJami (2704) dan dalam Silsilah Shahihah (1281).

Dalil-dalil lain yang mendukungnya:

Pertama: riwayat yang disebutkan Imam al-Thabrani, saat Mu awiyah bin Abi Sufyan melamar Ummu Darda setelah wafatnya Abu Darda, maka Ummu Darda berkata: Sesungguhnya aku mendengar Abu Darda berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Siapa wanita yang ditinggal mati suaminya lalu menikah lagi maka ia untuk suami terakhirnya." Kemudian Ummu Darda’ berkatqa: tidaklah aku lebih memilih dirimu (wahai Muawiyah) daripada Abu Darda,"

Al Baihaqi menyebutkan dalam Sunannya satu atsar dari Hudzaifah Radhiyallahu Anhu, ia berkata kepada istrinya:

"Jika kamu mau jadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah lagi sesudahku, karena seorang wanita di surga untuk (bersama) suami terakhirnya di dunia, oleh karenanya Allah haramkan atas istri-istri Nabi  menikah lagi sesudahnya, karena mereka-mereka akan menjadi istri-istri beliau di surga." (syaikh Al-Albani mendhaifkannya dalam Silsilah Shahihah no. 1281)

Ibnu Asakir meriwayatkan satu Atsar dari Ikrimah, ia berkata: Bahwasanya Asma binti Abu Bakar menjadi istri al Zubair bin al Awwam, ia laki-laki keras terhadapnya. Lalu Asma datang kepada ayahnya, lalu mengadukan semua itu kepadanya. Kemudian Abu bakar berkata: Wahai putriku, bersabrarlah! Sesungguhnya seorang wanita apabila ia memiliki suami yang shalih, kemudian ia ditinggal mati suaminya dan tidak menikah lagi sesudahnya, maka Allah akan mengumpulkan keduanya di surga.

Syaikh Al Albani mengomentari atsar ini: Dan rijalnya tisqat (terpercaya), hanya saja di dalamnya terdapat irsal, karena Ikrimah tidak pernah berjumpa langsung dengan Abu Bakar. Namun bisa jadi ia mendapatkannya dari Asma binti Abu Bakar. Wallahu alam. (PurWD/voa-islam.com]

Diringkaskan dari Fatawa Syaikh Muhammad bin Shahlih Al-Munajjid
TAUSIAHKITA
Selasa, 10/12/2013 - 07:08 WIB
Bolehkah Wanita Haid Memandikan Jenazah?
Selasa, 05/11/2013 - 14:19 WIB
Istri Pernah Punya Beberapa Suami, Siapa Menjadi Suaminya di Surga?
Senin, 07/10/2013 - 21:48 WIB
Jangan Potong Kuku dan Rambutmu Sampai Disembelih Hewan Kurbanmu
Jumat, 12/07/2013 - 14:47 WIB
Kemalasan: Penghalang Keberhasilan
Selasa, 28/05/2013 - 06:00 WIB
Hindari Berdebat, Utamakan Manfaat
Kamis, 21/02/2013 - 07:47 WIB
Melunasi Hutang Milyaran Rupiah
 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2019 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com