HOME
 
 
Oleh : alifmagz.com
Kemalasan: Penghalang Keberhasilan
Jumat, 12/07/2013 - 14:47:00 WIB
Ada satu penghalang antara kita dengan keberhasilan: Kemalasan.
Kemalasan ini bukan sesuatu yang asing bagi kita. Setiap kita pasti pernah merasakannya walau sedikit. Bahkan, tak sedikit dari kita yang mengakrabinya, membiarkannya menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter kita sebagai manusia.

Malas adalah sesuatu yang sesunguhnya patut kita waspadai. Ia sering datang diam-diam, pelan-pelan menggerogoti kita dari dalam. Kemalasan yang dipelihara akan melemahkan kita. Ia membuat kita melewatkan banyak kesempatan, berhenti sebelum mencapai tujuan, juga menunda-nunda pekerjaan. Rasa malas, menahan kita dari belajar lebih banyak, berlatih lebih sering, berusaha lebih keras.

We often miss opportunity because it’s dressed in overalls and looks like work. (Thomas A. Edison).

Laziness is nothing more than the habit of resting before you get tired. (Jules Renard).

Kadang, mungkin sebagai pembenaran, kita mengatakan, bahwa ide-ide dan temuan menakjubkan, awalnya berasal dari kemalasan. Karena malas, kita lantas memikirkan cara yang lebih mudah dan efisien untuk melakukan sesuatu. Ada benarnya memang, tapi, bukan malas seperti itu, yang diikuti oleh kerja cerdas, yang kita maksudkan di sini.

Lebih banyak, kemalasan yang ada, justru membuat kita tak membiasakan diri menggunakan akal kita. Kita sekadar menjalani hidup tanpa usaha yang berarti untuk memperbaikinya. Kita lebih banyak beristirahat dan berleha-leha, melakukan sesuatu sekenanya saja, kadang itupun dengan terpaksa.

Rasulullah saw. bersabda, "Allah swt. mencela sikap lemah dan tidak bersungguh-sungguh. Kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap ‘cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung," (HR. Abu Dawud).

Banyak impian dan rencana yang tidak terlaksana hanya karena kita mengikuti kemalasan. Banyak potensi dan sumber daya, termasuk usia, yang tersia-sia, karena malas dalam jiwa.

Memang tak mudah mengenyahkan kemalasan, namun jauh lebih menyulitkan serta merugikan bila kita membiarkan diri dikuasainya. Tak akan mampu kita melaksanakan kewajiban, menghasilkan banyak manfaat dan kebaikan, bila masih mengutamakan kemalasan.

Doa Rasulullah saw.: "Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian,"  (HR. Muslim). [aca] (alifmagz.com)

TAUSIAHKITA
Selasa, 10/12/2013 - 07:08 WIB
Bolehkah Wanita Haid Memandikan Jenazah?
Selasa, 05/11/2013 - 14:19 WIB
Istri Pernah Punya Beberapa Suami, Siapa Menjadi Suaminya di Surga?
Senin, 07/10/2013 - 21:48 WIB
Jangan Potong Kuku dan Rambutmu Sampai Disembelih Hewan Kurbanmu
Jumat, 12/07/2013 - 14:47 WIB
Kemalasan: Penghalang Keberhasilan
Selasa, 28/05/2013 - 06:00 WIB
Hindari Berdebat, Utamakan Manfaat
Kamis, 21/02/2013 - 07:47 WIB
Melunasi Hutang Milyaran Rupiah
 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2019 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com