HOME
 
 
Oleh : alifmagz.com
Hindari Berdebat, Utamakan Manfaat
Selasa, 28/05/2013 - 06:00:24 WIB

Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar terjadi. Diskusi dan bertukar pikiran juga perlu dilakukan untuk melihat berbagai perspektif dalam mempelajari dan memahami berbagai hal atau menyelesaikan suatu permasalahan. Tetapi ada yang perlu kita perhatikan dalam prosesnya, sehingga yang awalnya suatu kewajaran tidak lantas berubah menjadi pertengkaran, yang mulanya pertentangan tidak berlanjut menjadi permusuhan.

Ada saat kita terlalu sibuk membenarkan pendapat kita sehingga lupa mendengarkan pendapat lain di sekitar kita. Tak jarang, saat membela diri, kita terbawa emosi, lalu lebih banyak berusaha menyakiti daripada mencari solusi.

Memang tak mudah mengendalikan kata-kata kita, apalagi saat kita marah. Karenanya, Rasulullah saw. bersabda:

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad).

Tak mudah pula untuk menjaga hati tetap tenang dan pikiran tetap jernih saat kita merasa diserang, pendapat kita dilecehkan atau diri kita dihina dan direndahkan. Karenanya, penting bagi kita untuk tetap bertahan dalam kesabaran, menjaga kerendahan hati untuk tidak merasa paling benar.

Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya. (HR Abu Daud).

Sulit memang, menahan diri untuk tidak bersuara saat kita yakin bahwa pendapat kita juga ada benarnya. Namun jika kita mengikuti ego dan hawa nafsu, kita bisa terjerumus dalam perdebatan yang tiada habisnya, yang akhirnya lebih mencari kemenangan daripada kebenaran.

Cara menyampaikan sesuatu sama pentingnya dengan isi pesan yang disampaikan. Sampaikan hal yang memang kita rasa perlu untuk disampaikan, pada waktu dan dengan cara yang tepat, tanpa menuntut atau memaksakan pemahaman. Tinggalkan godaan untuk menjadikan kebenaran sebagai alasan untuk marah-marah, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, merendahkan orang lain atau menggunakan kekerasan.

Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari).

Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban).

Lebih penting dari sekadar perkataan adalah bukti dan teladan yang ditunjukkan melalui perbuatan. Bila tidak ada kebaikan yang perlu disampaikan, jika berbicara tidak lebih besar manfaatnya, maka diam adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari). [aca] (Sumber:alifmagz.com)

 
TAUSIAHKITA
Selasa, 10/12/2013 - 07:08 WIB
Bolehkah Wanita Haid Memandikan Jenazah?
Selasa, 05/11/2013 - 14:19 WIB
Istri Pernah Punya Beberapa Suami, Siapa Menjadi Suaminya di Surga?
Senin, 07/10/2013 - 21:48 WIB
Jangan Potong Kuku dan Rambutmu Sampai Disembelih Hewan Kurbanmu
Jumat, 12/07/2013 - 14:47 WIB
Kemalasan: Penghalang Keberhasilan
Selasa, 28/05/2013 - 06:00 WIB
Hindari Berdebat, Utamakan Manfaat
Kamis, 21/02/2013 - 07:47 WIB
Melunasi Hutang Milyaran Rupiah
 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2019 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com