HOME
Senin, 17 Juni 2019
Follow:
 
 

PON dan Burung Pipit
Rabu, 13/06/2012 - 19:26:09 WIB


RIAUKITACOM -Terlepas dari berbagai macam masalah, PON ke-XVIII di Riau pasti terselenggara. Tepat waktu atau tidak, itu masalah lain. Artinya, urusan pembangunan venues di berbagai kota dan kabupaten, pembangunan parasarana jalan dan jembatan termasuk penyelesaian fly over dan pengamanan jembatan Siak III, serta penyelesaian bandara Sultan Syarif Kasim II, itu urusan pemerintah. Entah pusat, provinsi atau kabupaten/kota, ma tau wak...

Bahwa hampir semua anggaran publik dalam APBD tersedot untuk PON sehingga tak lagi tersisa untuk anggaran program strategis K2i (pengentasan kemiskinan, pemberantasan kebodohan dan pembangunan infrastruktur, utamanya di desa) seperti yang dicanangkan semula, itu urusan DPRD. Sebab DPRD-lah yang memiliki fungsi anggaran untuk mengawal agar APBD dialokasikan sebesar-besarnya untuk kepentingan umum. Kalau fungsi anggaran ini tidak jalan, jangan cari kambing hitam, repot. 

Masalahnya, konon kabarnya kedua cabang kekuasaan itu - eksekutif dan legislatif - kini sedang tiarap, galau. Sebagaimana ramai diberitakan berbagai media, beberapa personil anggota cabang-cabang kekuasaan tersebut sedang berurusan dengan KPK. Sikap masyarakat jelas, praduga tak bersalah, ditambah dengan pesan nenek, tangan mencincang bahu memikul. Urusan KPK itu urusan masing-masing.

Lantas apa yang menjadi urusan masyarakat? Nah, di sinilah kita harus memilah-milah, memilih-milih. Urusan pertanggung jawaban dunia akhirat sudah ada yang mencatat sendri-sendiri, di dunia urusan KPK, di akhirat urusan Malaikat. Urusan masyarakat tuan rumah adalah menikmati dan memanfaatkan PON sesuai porsi masing-masing. 

Atlit teruslah berlatih keras untuk mengukir prestasi gemilang sehingga terbuka kesempatan ke depan untuk go international. Para pengusaha hotel dan restoran, siapkan pelayanan terbaik untuk meraup untung rezeki harimau. Para pengusaha transportasi siapkan armada terbaik. Para pengusaha souvenir kembangkan industry kreatifnya, ciptakan souvenir murah meriah berkualitas dan mengesankan. 

Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan gonjang-ganjing kasus penegakan hukum. Untuk urusan itu sudah ada KPK, aparat kepolosian dan aparat kejaksaan serta para hakim. Kita harus dukung penegakan hukum yang adil. Siapapun yang menangguk di air keruh dalam proyek PON Riau harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Di penjuru lain, masyarakat harus tetap bersemangat, tidak boleh ikut-ikutan loyo atau tiarap. Jangan seperti ungkapan "Takut mendengar cicit burung pipit tak jadi petani turun ke sawah." Burung pipit tak akan pernah berhenti mencicit sampai hari terakhir menjelang dunia kiamat nanti. Kalau petani takut, atau tidak mampu mengakali hama burung pipit yang jumlahnya bisa ribuan, maka sawahnya tak akan menjadi. 

Masyarakat tuan rumah tak boleh tiga kali rugi. Kerugian pertama, anggaran pembangunan dalam APBD habis untuk PON. Kerugian kedua, banyak atlit yang berpotensi mendapatkan bonus total milyaran rupiah yang akan dirogoh dari kocek APBD berasal dari luar daerah. Kerugian ketiga, kita tidak meraup laba karena tidak menyiapkan sesuatu untuk dijual. Jadi jangan rugi, ayo kita menggalas. 

Penulis, drh Chaidir MM: dikutip dari www.drh.chaidir.net.
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

+ Index OPINI
  Rabu, 02/10/2013-10:55:58
Mengenal Batik sebagai Kebanggaan Nusantara
  Minggu, 28/07/2013-14:28:06
Gus Dur, Islam Radikal, dan Yahudi
  Jumat, 12/07/2013-15:16:52
Jupernalis UKW dan Hari Tua Jurnalis
  Selasa, 04/06/2013-09:20:55
Pemuda Riau Harus kembali Amalkan Pancasila
  Selasa, 28/05/2013-05:56:54
Manuver Politik Negeri Lancang Kuning
  Jumat, 17/08/2012-15:15:50
Perempuan Wajib Berperan Wujudkan Kemerdekaan Setara
  Rabu, 08/08/2012-01:17:26
Operasi Pasar banyak Mudaratnya
  Minggu, 24/06/2012-23:03:35
Belum Ada Kandidat Gubri Pro Rakyat
  Rabu, 13/06/2012-19:26:09
PON dan Burung Pipit
  Kamis, 31/05/2012-07:27:48
Pola Perlawanan Rakyat Lemah
  Kamis, 17/05/2012-06:38:08
Jangan Mau Diperalat Bank
  Jumat, 04/05/2012-20:45:25
LASKAR SUCI
  Sabtu, 21/04/2012-12:31:37
Kartini Pahlawan Ciptaan Lelaki
 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2019 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com