HOME
Rabu, 29 Maret 2017
Follow:
 
 
Ternyata, Susah Menemukan Toilet Umum di Inggris

Reporter :
Sabtu, 29/03/2014 - 06:16:17 WIB
RIAUKITACOM - Inggris selalu mempesona siapa saja, apalagi untuk yang hobi belanja. Namun di modernnya Inggris, di sana rupanya susah toilet dan tarif taksinya mahal!

Selama berlibur di London, saya, suami, 3 anak, sepupu dan keponakan setiap hari jalan-jalan, tapi tidak ada 1 hari pun saya dan sepupu bisa berbelanja. Anak-anak dan suami selalu menggagalkan rencana shopping trip kami.

Akhirnya suami saya yang sangat baik hati memberikan solusi agar anak-anak besok jalan-jalan bersama beliau. Saya tau dan berkata kalau suami saya tidak mau naik angkutan umum, tidak tau jalan dan malas kepanasan serta kedinginan. Namun dia menyuruh saya dan sepupu tetap pergi dan membiarkannya mengurus anak-anak.

Malam itu juga kami pesan tiket kereta api ke Bicester tempat kami mau berbelanja. Tiketnya harus diambil di stasiun, jadi besoknya pagi-pagi kami sudah bergegas jalan kaki ke stasiun kereta bawah tanah untuk naik kereta ke stasiun kereta api Marylebone, London.

Saking semangatnya, kami tiba terlalu pagi. Padahal kereta berangkat pukul 09.30 waktu London, namun kami sudah tiba di stasiun pukul 08.00 unutk mengambil karcis pesanan dari mesin. Karena masih lama, kami jalan-jalan dulu berkeliling daerah elit ini, sambil narsis berfoto di sana-sini. Ada patung difoto, ada bunga difoto, ada bus difoto, ada taksi difoto.

Karena sudah 1 jam berjalan, ditambah udara yang dingin, kami bergegas mencari toilet umum. Anehnya di mana-mana tidak ditemukan. Akhirnya susah payah kami temukan restoran cepat saji, yang saya yakin ada toiletnya.

Banyak benua sudah kami kelilingi tapi baru tahu, di Inggris yang notabene negara maju, yang diharapkan tingkat kebersihannya sudah bagus, ternyata toilet restoran ini, salah satu yang terjorok rupanya. Dalam radius hampir 1 km di sekitarnya, hanya ada 1 toilet ini yang dipakai semua orang, baik pelanggan atau pun pura-pura pelanggan.

Kami yang sudah miris mau buang air kecil mengurungkan niat. Berusaha menahan pipis, kami lari ke arah stasiun kereta yang tidak begitu jauh dan menghambur ke arah toilet sesuai petunjuk arah. Ternyata pintunya tidak mau terbuka kalau tidak bayar dulu 35 Pence (Rp 5.000). Mana kami punya uang pecahan kecil itu. Terpaksa kami menukar uang di mesin koin dan masuk lagi.

Pintu toilet saya terbuka, namun pintu toilet sepupu saya mogok. Jadi terpaksa dia memasukkan koin lagi dan pintu itu akhirnya terbuka. Akibat urusan toilet ini, kami hampir ketinggalan kereta. Segera kami mencari platform kereta kami dan hampir salah naik kereta yang ke Manchester dan bukannya ke Bicester.

Sesampainya di Stasiun Bicester, sudah ada shuttle bus menunggu untuk membawa kami yang ongkosnya sudah termasuk di karcis kereta. Di Bicester semua butik ternama dari Dior sampai Gucci, Dolce and Gabanna, Cavalli, Versace, ada di sini.

Bolehlah buat cuci mata sambil melamunkan pembelian. Tempatnya nyaman sekali, bebas kendaraan. Semua orang berjalan kaki di kawasan itu. Harganya memang tidak murah, tapi relatif bagus dibangingkan di butik-butik di London, Paris, Milan atau New York.

Setelah beberapa jam berbelanja dan kartu kreditnya sampai cedera sehingga membutuhkan transfusi segera, pulanglah kami naik kereta lagi ke Stasiun Marylebone. Awalnya karena belanjaan banyak, kami maunya naik taksi, karena kami piokir hanya memakan waktu 15 menit.

Melenggang kami naik taksi tapi setelah 15 menit kami belum sampai juga, begitupula hingga 30 menit. Kala itu macet karena bersamaan dengan waktu orang pulang kantor.

Mata kami memandang argo taksi yang terus melaju kencang ke angka 48 Poundsterling (hampir Rp 800 ribu). Sesampainya di depan rumah, jarak 4 km, ditempuh selama 35 menit. Jadi kapok sedikit, lain kali seharusnya naik kereta saja, lalu disambung dengan naik bus. Paling hanya menghabiskan biaya Rp 75 ribu.

Waktu pulang saya lapor soal ongkos taksi ke suami, kata suami saya, mau naik taxi atau helikopter, dia bersedia membayarnya asal saya cepat pulang. Suami saya sudah pusing sama anak-anak yang tiap 30 menit merasa lapar.***


sumber:detikcom





 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com