HOME
Rabu, 12 Desember 2018
Follow:
Rabu, 06/06/2018 - 21:39 WIB
Diserang Isu Hoax, Cagub Riau Laporkan Akun WhatsApp Penyebar Fitnah ke Polda
Selasa, 29/05/2018 - 16:40 WIB
4 Napi Bangkinang Ketahuan Nyambu di Sel
Kamis, 25/01/2018 - 13:11 WIB
Sekerikat Pekerja PTPN V Tolak Eksekusi Lahan
 


HUKUM KITA
Selasa, 29/05/2018 - 16:40 WIB
4 Napi Bangkinang Ketahuan Nyambu di Sel
Kamis, 25/01/2018 - 13:11 WIB
Sekerikat Pekerja PTPN V Tolak Eksekusi Lahan
Selasa, 23/01/2018 - 23:21 WIB
Oknum Honorer Pemprov Riau Mencuri di Kantornya
Senin, 13/11/2017 - 16:02 WIB
KPK Segera Tahan Bupati Rohul Suparman
Senin, 06/11/2017 - 17:11 WIB
Kritik Presiden Jokowi, Anggota Saracen Diadili
Rabu, 01/11/2017 - 17:05 WIB
Salah Tangkap, Warga tak Bersalah Ditembak Oknum Polisi
Sabtu, 07/05/2016 - 10:36 WIB
Mensos: Pengebirian dan Hukuman Sosial Jangan Dianggap Lebay
Selasa, 12/04/2016 - 21:35 WIB
Gaek 52 Tahun Jadi Pebisnis narkona
Kamis, 24/03/2016 - 21:12 WIB
Buku Mahasiswa Ini Berisi Penjualan Sabu dan Ganja
Minggu, 20/03/2016 - 00:40 WIB
3 Kg Sabu dan 1500 Ineks Diamankan BNN
 
Sekerikat Pekerja PTPN V Tolak Eksekusi Lahan

Reporter : Tanjung
Kamis, 25/01/2018 - 13:11:32 WIB
RIAUKITACOM-Rencana eksekusi pengosongan lahan kebun Sei Batu Langkah PTPN V di Desa Kabun akhir bulan ini, mendapat reaksi keras dari Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan Perkebunan/SPTP PTPN V, AsmanudinSinaga. .Atas putusan itu dia menolak rencana tersebut dengan alasan negara juga harusmelindungi penduduknya.

"Kami, karyawan yang bekerja di PTPN V Sei Batu Langkah juga penduduk NKRI. Kami juga harus dilindungi oleh Negara," sembut Asmanudin Kamis (25/1/2018) .

Dia menjelaskan rencana eksekusi tersebut betul-betul mencederai perlindungan dan rasa aman terhadap pekerja sawit yang mengabdi kepada negara. Keuntungan Perusahaan ini juga untuk negara, "Tetapi demi kepentingan pihak penggugat, perusahaan negara ini diobok-obok”, tambahnya.

Ketua Serikat Pekerja yang biasa dipanggil Udin Naga ini beralasan rencana pelaksanaan eksekusi, jika jadi dilaksanakan, maka ia bersama seluruh karyawan yang tergabung di serikat akan memperjuangkan nasib.

"Kami mencari makan disini. Menghidupikeluarga kami. KTP kami juga disini. Jika kami disuruh pergi,bagaimana pertanggung jawabannya?sampai kemanapun akan kami perjuangkan", sebutnya.

"Kami akan bertahan dengan cara apapun. 12 ribu anggota serikat pekerja PTPN V adalah satu. Kalauperlu kami demo ke Pengadilan Negeri Bangkinang sekalian, biar dipikirkan mereka juga nasib anak dan keluarga kami", tukas Udin lagi.

Udin juga sangat menyayangkan dan menilai jika eksekusi jadi dilaksanakan, akan cacat secara hukum. Karena menurutnya masih ada gugatan pihak ketiga terhadap putusan PN Bangkinangtersebut.

"Saya heran, sampai saat ini masih ada gugatan masyarakat atas objek perkara yang sama. Dari 2800-an hektar yang harus ditumbang, ada 700 Ha lahan punya masyarakat yang sudah bersertifikat hak milik," katanya.

Disebutkannya,gugatandari 70 anggota KUD Bumi Asih selaku pemilik lahan 700 Ha yang menolak putusan PN Bangkinang, saat ini statusnya belum incraht karena masih dalam tahap kasasi.

"Memanggugatan KUD itu sampai di Pengadilan Tinggi di putus NO tidakdapatditerima).Katanyakarenabelumadapenetapandansitaeksekusiatasputusan PN Bangkinangitu. Lhosekarang?tanpaadapenetapandansita,ujug-ujugmaulangsungeksekusi. Tolonglahjangandipermainkanhukumini, janganceritahutansaja yang harusdilindungi, kami juga warganegarainiberhakmendapatperlindungan,"beber Udin penuh harap.

Sebelumnya rencana eksekusi Kebun Sei Batu Langkah PTPN V seluas 2.823 Ha setelah PK mereka ditolak Mahkamah Agung.Dalam amar putusan PN Bangkinang, perusahaan perkebuna kelapa sawit dan karet milik negara tersebut diperintahkan untuk menumbang kelapa sawit yang telah ditanam dan menggantinya dengan tanaman kayu akasia.(rls)



 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2018 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com