HOME
Minggu, 21 Oktober 2018
Follow:
 
 
Harga Pertalite Tinggi di Riau
Pertamina Sebut Karena Pemprov Keluarkan Penerapan Pajak Tertinggi

Reporter : Nanda
Selasa, 23/01/2018 - 23:05:48 WIB
Pekanbaru-Pihak PT Pertamina Persero menegaskan bahwa saat ini ada kenaikan harga BBM non subsidi jenis pertalite. Riau perupakan daerah yang paling tinggi menjual  pertalite dengan harga Rp 8000 perliter.

Pertamina menyatakan bahwa harga pertalite di Riau tinggi karena adanya kebijakan yakni Pemda dalam ini Pemprov Riau yang menerapkan pajak yang cukup tinggi. Demikian diungkapkan Unit Manager and CSR Pertamina MOR I Sumbagut Rudi Arrifianto.

"Kenapa harga BBM jenis pertalite mahal di Riau ini karena kebijakan Pemdanya yang menarapkan PBB-KB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tinggi berbeda dengan lainnya. Ini makanya harganya mencapai Rp 8000 perliter," ucapnya Rudi kepada wartawan Selasa (23/1/2017).

Berbeda dengan daerah lain, seperti Sumatara Utara, Sumatare Barat dan beberapa propinsi lainnya yang hanya menerapkan PBB KB cukup rendah dengan pertimbangan akan membebani masyarakat. Paling tinggi daerah lainnya hanya menerapkab PBB KB 5 persen. Sementara mengambil pajak tertinggi yang diterapkan pemerintah yakni 10 persen.

"Kenapa Riau bisa menerapkan PBB KB paling tinggi yang tau ya Pendanya," ucapnya.

Naiknya harga BBM non subsidi sebesar Rp 100 perliter secara Nasional, sebut Rudi karena mengukuti perkembangan harga minyak dunia dan krus dollar terhadap rupiah.

"Naiknya hanya Rp100 pertanggal 20 Januari 2018. Ini pertama kali pertalite naik sejak April 2017," ucapnya.


Tingginya harga pertalite di Riau membuat warga kecewa terhadap Pemda. Warga meminta Pemprov Riau untuk mengkaji ulang penerapkan pajak yang sangat tinggi yakni sekitar 10 persen persis pajak paling maksimal daerah untuk membolehkan menaikan harga jenis bahan bakar khusus.

"Pemprov Riau jangan menyengsarakan masyarakat lagi. Sekarang warga sudah kelabakan beli premium karena langka, kita mencoba mengalihkan ke pertalite, tapi malah harganya dinaikan, tolong jangan hisap darah rakyat," ketus Doni tukang ojek yang biasa mangal di Panam.



 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2018 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com