HOME
Kamis, 16 08 2018
Follow:
 
 
BBM di Riau Naik Lagi, Warga Kecam Pemprov yang Menerapkan Pajak Tertinggi

Reporter : Nanda
Selasa, 23/01/2018 - 13:55:59 WIB
RIAUKITACOM-Pemerintah kembali menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khusunya jenis pertalite dengan harga Rp 8.000 perliter. Kebijakan ini membuat warga Riau resah, karena dari semua 33 provinsi, hanya Riau dan Provinsi Kepulauan Riau yang paling mahal.


"Saya terkejut saat isi pertalite harganya Rp 8000. Dulu saja Rp 7900, kita juga paling mahal, sekarang naik lagi dan Riau paling tinggi," ucap  Himawan warga Senapelan Pekanbaru, Selasa (23/1/2018).

Warga mengaku sangat kecewa dengan kembali melanjoknya harga bahan bakar minyak jenis khusus. Padahal setiap daerah lain harga pertalite jauh lebih murah. Namun warga sangat kecewa karena Pemerintah Provinsi Riau mengenakan pajak tertinggi dibanding daerah lain demi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga harga pertalite termahal di Indonesia.

PT Pertamina Sumbagut melansir daftar harga bahan bakar khusus pertalite di Indonesia. Untuk Sumatera Utara, Sumatera Barat Aceh yang merupakan tetangga Provinsi Riau harga Pemdanya menetapkan harga Rp 7.600 perliter. Begitu juga dengan Provinsi Bali, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah juga menekan pajak daerah dengan mematok harga Rp 7600. Sementara provinsi lain mematok harga Rp 7800 perliter.

"Aneh saja, kita daerah penghasil minyak kok malah harga minyak di tempat kita yang mahal. Kita minta Pemprov Riau dalam hal ini Pak Gubernur Riau, jangan menyengsarakan rakyat. Seharusnya Pemprov jangan mengutip pajak lagi dari rakyat, harga minyak sekarang saja sudah memberatkan," ketus Agus Setiawan supir travel jurusan Pekanbaru-Sumatera Barat itu.

Warga meminta Pemprov Riau untuk mengkaji ulang penerapkan pajak yang sangat tinggi yakni sekitar 10 persen persis pajak paling maksimal daerah untuk membolehkan menaikan harga jenis bahan bakar khusus.

"Pemprov Riau jangan menyengsarakan masyarakat lagi. Sekarang warga sudah kelabakan beli premium karena langka, kita mencoba mengalihkan ke pertalite, tapi malah harganya dinaikan, tolong jangan hisap darah rakyat," ketus Doni tukang ojek yang biasa mangal di Panam.




 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2018 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com