HOME
Rabu, 25 April 2018
Follow:
 
 
Tekad Dinas Kesehatan Riau Bebas Pasung Bagi Penderita ODGJ

Reporter :
Jumat, 15/12/2017 - 17:00:15 WIB
Gubri Bersama Pemerintah Terus Berikan Yang Terbaik Untuk Penderita ODGJ
TERKAIT:
Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan jajaran kabupaten dan kota bertekad untuk membas pasung. Bebas pasun ini bagi warga yang terkena penyakit orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dra Hj Mimi Yuliani Nazir Apt MM, menjelaskan, hal itu kepada wartawan, (10/12/2017).

Dia mencontohkan, Kabupaten Inhil satu-satunya kabupaten di Riau paling komit dalam program bebas pasung.

"Memang semua kabupaten di Riau sama-sama mencanangkan bebas pasung. Namun Kabupaten Inhil paling komit untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Artinya, mereka tidak hanya sekadar mencanangkan semata, tapi memang dilaksanakan secara menyeluruh lewat jaringan puskesmas," kata

Selama ini, kata Mimi, ODGJ dari daerah akan dirujuk ke RS Jiwa Pekanbaru dengan membawa surat rekomendasi dari Dinas Sosial di setiap kabupaten dan kota. "Kadang masalah yang timbul adalah setelah dilakukan pengobatan di RS Jiwa, untuk pengobatan selanjutnya setelah dikembalikan ke daerah, masih ada puskesmas yang tidak tersedia obat lanjutannya. Inilah yang nantinya akan kita koordinasi kembali ke setiap daerah agar menyediakan obat tersebut," jelas Mimi.

Masih menurut Mimi, bila sudah dirujuk ke RS Pekanbaru selanjutnya dikembalikan ke daerah bila tidak ditangani secara lanjutan, maka bisa jadi ODGJ akan berobat ke provinsi.

"Obatnya sih murah, hanya saja dari daerah ke provinsi tentunya mengeluarkan dana transportasi yang mahal. Nah karena itu, kita harapkan, untuk pengobatan lanjutan, di setiap puskesmas harus tersedia obat ODGJ tersebut," terang Mimi.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyakit Menular, Diskes Kab Inhil, DR Saud Pakpahan mengatakan, sejak tahun 2014 hingga 2017 ada 776 ODGJ di Inhil. Dari jumlah itu, 160 orang yang terpasung.

"Mereka dipasung dengan cara dirantai maupun dikurung. Tapi bagi kami dipasung itu tidak mesti diikat tapi di dalam rumah tidak boleh keluar juga bagian dari dipasung," kata Saud.

Pihak Diskes Inhil, katanya, terus melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat untuk meninggalkan dengan cara dipasung. Pendekatan dilakukan agar yang ODGJ sebaiknya ditangani ke rumah sakit jiwa.

"Sekarang sudah tidak ditemukan lagi ODGJ yang diikat. Sekarang kalaupun ada 27 orang namun kondisinya hanya di dalam rumah saja," kata Saud.

"Kita terus melakukan pendekatan agar 27 orang tersebut segera dirujuk ke RS jiwa," tutup Saud.


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com