HOME
Senin, 20 Mei 2019
Follow:
Rabu, 06/06/2018 - 21:22 WIB
Aipda Ryandi Juara Lomba Azan dan Baca Alquran
Selasa, 22/05/2018 - 13:04 WIB
Tips Menyusui Selama Ramadan
Sabtu, 27/06/2015 - 17:36 WIB
Godaan Pria Terbesar Saat Berpuasa
 
 
RAMADAN
Suami Meminta Memutuskan Silaturahmi, Apakah Wajib Diikuti?

Reporter : Bangun Sitepu
Kamis, 25/06/2015 - 14:54:05 WIB

Suami Meminta Memutuskan Silaturahmi, Apakah Wajib Diikuti?

Tanya:
Assalamualaikum,
Saya ingin bertanya :
1. Apakah istri berdosa bila mengingatkan hal kebaikan pada suami, namun suami hanya marah dan istri pun kecewa dan balik marah?
2. Bila suami menyuruh istri untuk memutuskan tali silaturahmi terhadap sanak saudaranya, apakah harus ditaati dan hal itu tidak menyebabkan dosa?
3. Seorang istri yang hak-haknya tidak ditunaikan oleh suaminya, namun istri tidak menuntut, apakah itu dosa bagi istri?

Terima kasih,

Wassalam

[Lila via Facebook Alifmagz]

Jawab:
Wallaikumsalam,
1. Mengingatkan dan memyampaikan kebaikan kepada suami adalah hal yang sangat dianjurkan, dan ada nilai kebaikan bagi penyampai kebaikan. Bila responsnya ternyata berbeda dari yang kita harapakan, terlebih marah, maka harap didiamkan terlebih dahulu. Jangan terburu emosi. Tunggu saat yang tepat, mungkin hal yang disampaikan untuk kebaikan, namun disampaikan di waktu yang tepat hasilnya bisa jadi kurang baik. Tidak bijaksana bila kemarahan dibalas pula dengan kemarahan. Jadi ini mungkin bisa diredakan bila bisa mengenali apa dan kapan waktu yang dirasa tepat.

2. Mengenai silaturahmi, jika suami melarang, dan ibu tidak sependapat, maka apa yang menjadi ganjalan untuk mengikuti keinginan suami tetap harus dikomunikasikan ke suami. Karena tidak semua yang diminta suami harus ditaati, jika memang suami melarang untuk berbuat kebaikan.

3. Suami memiliki kewajiban juga hak, begitu pula dengan istri. Istri juga bisa meminta haknya ditunaikan oleh suami. Dalam urusan keuangan misalnya, jika suami tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah, sedangkan istrinya lebih berkecukupan karena dia bekerja, sedangkan kondisi demikian pada akhirnya tidak menggoyangkan neraca keuangan keluarga, maka bisa saja istri tidak menuntut hak yang sulit dipenuhi sang suami. Hak dan kewajiban dalam keluarga sangat ditentukan oleh kebijakan dari kedua belah pihak.

Demikian, semoga membantu.
Wassalam.
Dikutip dari DR. Wahib A. Muthi Dewan Pakar Pusat Studi alQuran
(www.alifmagz.com)

IMSYAKIYAH RAMADAN 1435 H / 2014 M
KOTA PEKANBARU
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA



RAMADANKITA
Selasa, 22/05/2018 - 13:04 WIB
Tips Menyusui Selama Ramadan
Sabtu, 27/06/2015 - 17:36 WIB
Godaan Pria Terbesar Saat Berpuasa
Sabtu, 27/06/2015 - 17:02 WIB
Linkin Park dan Facebook Antarkan Gary pada Islam
Jumat, 26/06/2015 - 23:21 WIB
Mengapa Al-Quran Disebut Kitab Padahal Diturunkan Sebagai Wahyu?
Jumat, 26/06/2015 - 23:15 WIB
Bagaimana Hukumnya Berpuasa, Tapi Malamnya Minum Miras
Kamis, 25/06/2015 - 15:00 WIB
Benarkah Nabi Muhammad Tidak Dijamin Masuk Surga?
Kamis, 25/06/2015 - 14:54 WIB
Suami Meminta Memutuskan Silaturahmi, Apakah Wajib Diikuti?
Kamis, 25/06/2015 - 14:49 WIB
Talak Tiga Langsung Apakah Boleh Rujuk Kembali?
Kamis, 25/06/2015 - 14:43 WIB
Dilema Mendapatkan Honor dari Perusahaan Minuman Keras
Kamis, 25/06/2015 - 14:35 WIB
Bolehkan Bersedekah Mengatasnamakan Orang yang Telah Meninggal?

 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2019 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com