HOME
Senin, 20 Oktober 2014
Follow:
Kamis, 17/07/2014 - 12:47 WIB
Ozil Sumbang Bonusnya untuk Korban Gaza
Senin, 07/07/2014 - 17:29 WIB
Ketiduran dan Belum Mandi Junub setelah Berhubungan dengan Istri
Sabtu, 05/07/2014 - 06:25 WIB
Larang Muslim Berpuasa, MUI Protes Pemerintah Cina
 
 
RAMADAN
Mandi Junub Tak Harus Pakai Sabun

Reporter : Husin
Selasa, 24/07/2012 - 06:01:22 WIB
RIAUKITACOM - Pertanyaan: Jika seseorang junub kemudian mandi. Apakah ia harus menggosok-gosok badanya dengan pembersih seperti sabun ataukah tidak?

Jawab:
Segala puji hanyalah milik Allah.
Yang menjadi kewajiban ketika seseorang mandi dari hadats besar adalah mengguyurkan air kesuluruh tubuhnya. Tidak diharuskan baginya menggunakan sabun ataupun alat pembersih lainnya. 

Karena semua sahabat yang menceritakan tata cara mandi janabah Rasulullah tidak ada satupun dari mereka yang menyebutkan bahwa beliau mandi janabah dengan daun bidara, sabun ataupun pembersih lainnya. Akan tetapi beliau menyukupkan diri dengan mengguyurkan air keseluruh badan (termasuk rambut kepala). Diantara riwayat yang menyebutkan hal tersebut adalah hadits yang datang dari Aisyah ,"Jika Nabi mandi janabah kemudian menuangkan air di atas kepalanya tiga cidukan dengan tangan kemudian mengguyurkannya keseluruh tubuh."(HR. Bukhari 240)

Dari Ummu Salamah berkata, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang menggelung rambut, apakah aku harus menguraikannya ketika mandi junub? Beliau menjawab, "Tidak, cukup bagimu menuangkan air diatas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci." (HR. Muslim 497)

Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah (lembaga fatwa Saudi Arabia) pernah ditanya (5/315),

Apakah mandi janabah harus menggunakan sabun, kenapa? Mereka (para ulama) menjawab,

"Seseorang diwajibkan mandi ketika junub dengan air dan tidak diwajibkan baginya menggunakan pembersih seperti sabun dan yang sejenis. Demikianlah yang ditunjukkan oleh sunnah Nab. Akan tetapi jika ingin menggunakannya, tidaklah mengapa.

 Demikian wallahu alam.

Demikian fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al- Munajjid dalam situsnya 

Maraji: http://www.islamqa.com/ar/ref/163826

Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.or.id

IMSYAKIYAH RAMADAN 1435 H / 2014 M
KOTA PEKANBARU
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA



RAMADANKITA
Sabtu, 19/07/2014 - 17:22 WIB
Tetap Berpuasa Meski sedang Mudik? Kenapa Tidak, Begini Mengakalinya
Kamis, 17/07/2014 - 12:47 WIB
Ozil Sumbang Bonusnya untuk Korban Gaza
Senin, 07/07/2014 - 17:29 WIB
Ketiduran dan Belum Mandi Junub setelah Berhubungan dengan Istri
Sabtu, 05/07/2014 - 06:25 WIB
Larang Muslim Berpuasa, MUI Protes Pemerintah Cina
Sabtu, 05/07/2014 - 06:14 WIB
Cina Larang Pejabat Xinjiang Berpuasa
Sabtu, 05/07/2014 - 06:07 WIB
Sentuh Istri Sendiri, Batalkan Wudhu?
Sabtu, 05/07/2014 - 06:03 WIB
Kisah Pendiri Masjid Jami' Kampar Riau yang Berdarah Batak Mandailing
Sabtu, 05/07/2014 - 05:58 WIB
Di Masjid Jami' Kampar, Ada Batu Mirip Kepala Kerbau yang Konon Bisa Bersuara
Sabtu, 05/07/2014 - 05:54 WIB
Di Suriah, Irama Azan Berbeda Setiap Waktu Salat Fardlu
Sabtu, 05/07/2014 - 05:51 WIB
Kisah 'Santri' Pecandu Narkoba di Lapas Bangkinang Riau yang Bertobat

 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com