HOME
Senin, 21/April/2014
Follow:
Selasa, 06/08/2013 - 06:51 WIB
MUI: Insya Allah, Idul Fitri Tahun Ini Bareng 8 Agustus
Selasa, 06/08/2013 - 06:49 WIB
Pemerintah Sedang Rumuskan Sinergi Zakat dan Pajak
Selasa, 06/08/2013 - 06:39 WIB
Jelang Lebaran Kebutuhan Premium di Riau Naik 20 Persen
 
 
RAMADAN
Mandi Junub Tak Harus Pakai Sabun

Reporter : Husin
Selasa, 24/07/2012 - 06:01:22 WIB
RIAUKITACOM - Pertanyaan: Jika seseorang junub kemudian mandi. Apakah ia harus menggosok-gosok badanya dengan pembersih seperti sabun ataukah tidak?

Jawab:
Segala puji hanyalah milik Allah.
Yang menjadi kewajiban ketika seseorang mandi dari hadats besar adalah mengguyurkan air kesuluruh tubuhnya. Tidak diharuskan baginya menggunakan sabun ataupun alat pembersih lainnya. 

Karena semua sahabat yang menceritakan tata cara mandi janabah Rasulullah tidak ada satupun dari mereka yang menyebutkan bahwa beliau mandi janabah dengan daun bidara, sabun ataupun pembersih lainnya. Akan tetapi beliau menyukupkan diri dengan mengguyurkan air keseluruh badan (termasuk rambut kepala). Diantara riwayat yang menyebutkan hal tersebut adalah hadits yang datang dari Aisyah ,"Jika Nabi mandi janabah kemudian menuangkan air di atas kepalanya tiga cidukan dengan tangan kemudian mengguyurkannya keseluruh tubuh."(HR. Bukhari 240)

Dari Ummu Salamah berkata, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang menggelung rambut, apakah aku harus menguraikannya ketika mandi junub? Beliau menjawab, "Tidak, cukup bagimu menuangkan air diatas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci." (HR. Muslim 497)

Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah (lembaga fatwa Saudi Arabia) pernah ditanya (5/315),

Apakah mandi janabah harus menggunakan sabun, kenapa? Mereka (para ulama) menjawab,

"Seseorang diwajibkan mandi ketika junub dengan air dan tidak diwajibkan baginya menggunakan pembersih seperti sabun dan yang sejenis. Demikianlah yang ditunjukkan oleh sunnah Nab. Akan tetapi jika ingin menggunakannya, tidaklah mengapa.

 Demikian wallahu alam.

Demikian fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al- Munajjid dalam situsnya 

Maraji: http://www.islamqa.com/ar/ref/163826

Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.or.id

IMSYAKIYAH RAMADAN 1434 H / 2013 M
KOTA PEKANBARU
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA



RAMADANKITA
Selasa, 06/08/2013 - 07:16 WIB
Melalui Sidang Itsbat Pemerintah Berharap Jadi Ulil Amri
Selasa, 06/08/2013 - 07:07 WIB
Jika Anda Ingin Poligami, Ikuti 4 Syarat Ini
Selasa, 06/08/2013 - 06:59 WIB
Adakah Satu Amalan yang Dapat Menghapus Semua Dosa?
Selasa, 06/08/2013 - 06:51 WIB
MUI: Insya Allah, Idul Fitri Tahun Ini Bareng 8 Agustus
Selasa, 06/08/2013 - 06:49 WIB
Pemerintah Sedang Rumuskan Sinergi Zakat dan Pajak
Selasa, 06/08/2013 - 06:39 WIB
Jelang Lebaran Kebutuhan Premium di Riau Naik 20 Persen
Selasa, 06/08/2013 - 06:29 WIB
Jelang Lebaran, Intensitas Bandara SSK Naik 30 Persen
Senin, 05/08/2013 - 23:44 WIB
Ngantuk Saat Berkendara Mudik?Anda Butuh Tidur Bukan Kopi
Minggu, 04/08/2013 - 21:53 WIB
Mau Mudik? Perhatikan 9 Adab Perjalanan Menurut Islam Ini
Jumat, 02/08/2013 - 12:57 WIB
Sedekahlan dil Bulan Ramadan,Seperti Air Yang Mengalir

Imsyakiyah
Ramadan 1434 H / 2013 M

klik untuk memperbesar
[download Imsyakiyah Provinsi Riau]
 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com