HOME
Sabtu, 01 November 2014
Follow:
Minggu, 26/10/2014 - 20:26 WIB
KPK Akui Ada Menteri Jokowi Bertanda Merah & Kuning
Minggu, 26/10/2014 - 20:10 WIB
Ganja Dalam Tronton Itu Seberat 8 Ton
Minggu, 26/10/2014 - 18:52 WIB
Ini Susunan Menteri Kabinet Kerja
 
 
Berikut Keterangan Presiden SBY tentang Kasus Penyadapan

Reporter : presidenri.go.id
Kamis, 21/11/2013 - 05:59:50 WIB
RIAUKITACOM - Siang ini saya akan memberikan penjelasan dan pernyataan berkaitan dengan kasus penyadapan dari pihak Australia kepada Indonesia, khususnya penyadapan telepon Presiden Indonesia dengan sejumlah pejabat yang dilaksanakan pada tahun 2009 yang lalu. Sebagaimana saudara ketahui tadi saya sudah menerima penjelasan dari baik Menteri Luar Negeri maupun Duta Besar Indonesia untuk Australia untuk melengkapi apa yang telah kita ketahui termasuk perkembangan dan dinamika situasi di Australia sendiri.

Saya tahu rakyat Indonesia kesal dan marah terhadap apa yang dilakukan oleh pihak-pihak Australia kepada Indonesia, kepada negara kita. Namun demikian, dalam hubungan antar bangsa di dalam menghadapi situasi tertentu tentu tidak boleh kita terlalu emosional dan mesti tetap rasional karena apa yang kita tempuh dan lakukan menyusul terjadinya kegiatan penyadapan ini akan menentukan masa depan hubungan Indonesia dan Australia, dan menentukan persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Australia yang sesungguhnya terjalin dengan baik.

Oleh karena itu saudara-saudara, sebelum saya menyampaikan secara khusus apa posisi Indonesia dan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh negara kita, saya ingin menyampaikan terlebih dahulu kepada rakyat Indonesia situasi hubungan dan kerja sama antara Indoneisa dan Australia yang berlangsung hingga saat ini. Saudara-saudara, sebenarnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Australia berjalan dengan baik. Di mata Indonesia, di mata kita, rakyat Australia ingin benar menjalin persahabatan dan hubungan baik dengan rakyat Indonesia. Sebenarnya juga, hubungan dan kerja sama diantara pemerintah, pemerintah Indonesia dan Australia juga berlangsung dengan baik. Ketika Indonesia mengalami musibah bencana alam pihak Australia dengan cepat dan juga dengan nyata ikut memberikan bantuan untuk mengatasi bencana yang ada di Indonesia.

Kita juga merasakan kedekatan dan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Australia di berbagai forum kawasan maupun forum dunia, termasuk kerja sama pembangunan yang selama ini terjalin dengan baik. Saya juga harus menyebutkan kerja sama di wilayah Pasifik terutama Pasifik Barat Daya, sesuatu yang menjadi kepedulian dan kepentingan Indonesia juga berlangsung dengan baik. Saya harus mengatakan bahwa itulah situasi umum sebenarnya menyangkut hubungan kedua bangsa dan negara.

Terlebih ketika pada tahun 2005 kita menyepakati untuk meningkatkan kerja sama kita menjadi tingkatan strategis atau kemitraan strategis maka kerja sama makin meningkat di berbagai bidang sejak tahun 2005 itu, dan kerja sama yang meningkat itu memberikan manfaat nyata baik bagi Indonesia dan Australia. Saya harus menyebut pula hubungan antar rakyat Indonesia dan rakyat Australia, people-to-people relations, people-to-people contact itu juga dalam keadaan baik. Belasan ribu mahasiswa Indonesia studi di Australia, hampir satu juta wisatawan Australia tiap tahunnya berkunjung ke Indonesia. Juga kuat dan makin meningkatnya kerja sama diantara perguruan tinggi, universitas, bahkan kerja sama di bidang riset dan teknologi. Apa yang saya sampaikan ini sesungguhnya menggambarkan tingkat dan keadaan hubungan bilateral kita berlangsung dengan baik dan terus berkembang

Oleh karena itu saudara-saudara, bagi saya pribadi, bagi Indonesia, penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sejumlah pejabat Indonesia termasuk saya ini sulit dimengerti. Saya sulit untuk memahaminya. Mengapa itu harus dilakukan? Sekarang ini bukan era perang dingin. Di era Perang Dingin dulu sepertinya menjadi biasa saling menyadap, mengintai, spying diantara blok-blok yang berhadapan. Sekarang dunia tidak lagi seperti itu. Meskipun bukan Perang Dingin, mungkin kalau ada dua negara yang sedang berada dalam permusuhan, hostile satu sama lain, bisa saja kegiatan intelijen dilakukan. Antara Indonesia dan Australia juga tidak berada dalam posisi berhadap-hadapan apalagi bermusuhan. Sehingga kalau ada yang mengatakan intel bisa melakukan apa saja, saya justru mempertanyakan. Intelijen itu arahnya kemana, mengapa harus menyadap partner, kawan, dan bukan lawan?

Oleh karena itu, saya menganggap masalah ini serius, bukan hanya dilihat dari aspek hukum. Saya kira hukum di Indonesia, hukum Australia dan hukum Internasional juga tidak diperbolehkan menyadap pejabat-pejabat negara lain. Ini juga menabrak hak azasi manusia. Tetapi yang lebih penting saudara-saudara, kalau kita berpikir jernih, ini tentu berkaitan tentang moral dan etika sebagai sahabat, tetangga, dan partner yang sebenarnya kita sedang menjalin hubungan baik diantara kedua bangsa.

Meskipun kalau urusan rahasia negara, seorang Presiden seperti saya tidak mungkin begitu saja melalui telpon disampaikan kesana kemari. Ada disiplin bagi pejabat negara. Saya bisa memanggil langsung seorang menteri, bisa memberikan perintah langsung, tanpa harus menggunakan alat komunikasi. Penggunan alat komunikasipun kita batasi dan tentu tidak masuk pada sesuatu yang disebut dengan rahasia negara. Namun, sekali lagi saya tidak paham mengapa itu harus terjadi, dan mengapa itu dilakukan oleh Australia kepada Indonesia.

Saudara-saudara.
Saya, Pemerintah Indonesia, mengharapkan penjelasan dan sikap resmi dari Australia atas penyadapan itu sebagaimana yang telah kita mintakan utamanya melalui Menteri Luar Negeri. Sejak beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan informasi bahwa Amerika Serikat dan Australia mungkin atau diduga melakukan penyadapan terhadap Indonesia. dan terlebih setelah ada dugaan kuat bahwa penyadapan itu memang terjadi, kami sudah meminta, dan melalui mimbar ini saya sekali lagi betul-betul mengharapkan penjelasan dan sikap resmi Pemerintah Australia kepada Indonesia bukan kepada komunitas dalam negeri Australia. Sekaligus sikap dan langkah apa yang akan ditempuh oleh Australia berkaitan dengan kasus penyadapan ini. Kalau Australia juga ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia kedepan, saya masih tetap menunggu penjelasan dan sikap resmi dari Australia.

Berkaitan dengan itu, insya Allah malam ini juga saya akan mengirim surat kepada Perdana Menteri Tony Abbott, surat resmi saya yang sudah kita persiapkan untuk sekali lagi meminta penjelasan dan sikap resmi Australia terhadap kejadian penyadapan itu.

Saudara-saudara tentu kita harus terus melangkah ke depan, melihat ke depan, oleh karena itu maka ada tiga hal yang Indonesia akan lakukan kedepan ini.

Pertama, menggarisbawahi yang saya katakan tadi, di hari-hari mendatang ini Indonesia tetap menunggu penjelasan dan pertanggung-jawaban Australia atas kasus penyadapan itu.

Kedua, berangkat dari kasus penyadapan itu, terhadap Presiden Indonesia dan sejumlah pejabat Indonesia, sebagaimana yang telah saya katakan melalui twitter yang saya lepas dua hari lalu, maka sejumlah agenda kerja sama, saya ulangi lagi, sejumlah agenda kerja sama akan kita lakukan review. Yang jelas untuk sementara, atau saya minta dihentikan dulu kerja sama yang disebut pertukaran informasi dan intelijen, intelligence exchange and information sharing diantara kedua negara. Saya juga minta dihentikan dulu latihan-latihan bersama antara tentara-tentara Indonesia dan Australia, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara maupun yang sifatnya gabungan. Saya juga minta dihentikan sementara Coordinated Military Operation.

Saudara tahu bahwa menghadapi permasalahan bersama, people smuggling, yang merepotkan Indonesia dan Australia kita memiliki kerja sama yang disebut Coordinated Military Operation, coordinated patrol di wilayah lautan. Ini saya meminta dihentikan dulu sampai semuanya jelas, tidak mungkin kita melanjutkan semuanya itu kalau kita tidak yakin tidak ada penyadapan terhadap tentara Indonesia, terhadap kita yang sama-sama justru mengemban tugas untuk kepentingan kedua negara. Saya kira jelas dan ini menjadi sangat logis. Itu yang kedua.

Ketiga, Indonesia berpendapat dan akan meminta untuk keberlanjutan kerja sama kita di masa depan, maka kita memerlukan semacam protokol, code of conduct dan sekaligus guiding principles menyangkut kerja sama dan kemitraan kita di berbagai bidang termasuk yang saya sampaikan tadi, latihan-latihan bersama tentara Indonesia-Australia, kerja sama dalam mengahadapi ancaman people smuggling, lantas juga kerja sama pertukaran intelijen dan informasi. Dan protokol, code of conduct itu sifatnya mengikat, jelas, dan kemudian dijalankan.

Itu 3 hal yang akan kita tempuh sekali lagi sambil menunggu apa yang akan disampaikan oleh Pemerintah Australia. Karena saudara-saudara saya masih berharap, saya yakin Australia juga berharap apalagi harapan rakyat kedua bangsa kita masih bisa menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik setelah kita mengatasi masalah ini. Australia saya ketahui menghormati kedaulatan Indonesia dan juga mengakui keutuhan wilayah negara kita. Ini modal penting bagi kerja sama dan kemitraan kedua negara di masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, saya berharap kita selesaikan dulu ini semuanya dan kemudian dengan review kita bikin aturan-aturan, perjanjian-perjanjian yang baru, baru kita melangkah ke depan untuk melanjutkan hubungan baik kerja sama dan kemitraan kedua negara.

Yang terakhir, saya berpesan kepada saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang berada di Australia, apakah mereka diplomat, pekerja, dan juga mahasiswa, untuk tetap tenang dan teruslah berkerja dan belajar. Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan Pemerintah Australia memiliki tugas dan kewajiban mengatasi masalah ini.

Itulah saudara-saudara yang perlu saya sampaikan pada siang ini, dan tentunya sekali lagi disamping menjadikan periksa saudara-saudara saya di seluruh tanah air. Saya secara resmi akan mengirimkan surat kepada PM Australia Tony Abbott untuk mendapatkan responnya dan kita akan lihat apa yang dapat kita lakukan ke depan nanti.***

Sumber: presidenri.go.id


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com